"Saat mulut tak dapat lagi berbicara, mata tak dapat lagi melihat tapi doa dapat menyampaikan rindu ku pada mu". Itulah salah satu penggalan kata yang mendeskripsikan
perasaan ku. Saat 2 manusia yg berbeda dunia dengan apa dia berkomunikasi? Mata tak mampu lagi melihat nya mulut pun tak dapat lagi bercanda ria dan berbicara padanya hanya doa yg mampu menyampaikan rasa rindu ini. Saat ini Tuhan , hanya kata " RINDU" yg gejolak dalam perasaan ku, bkn dngn pasangan atau teman. Kakek, sosok yg saat ini ingin sekali ku peluk dan ku sampaikan kata rindu itu padanya tapi apadaya dunia telah membedakan nya, beliau sudah di dunia sesungguhnya sedangkan aku di dunia sesaat. Doa ku yg tak pernah terlupakan adalah mendoakan beliau bahagia selalu di Sisi Mu, Tuhan. Aku memang tak seberuntung yg lain tak dapat banyak waktu untuk menghabiskan waktu bermain bersamanya tapi di benakku akan selalu ku ingat saat aku bertambah umur tapi dia telah mengakhiri umur nya, saat aku tak berdaya untuk menghapus air mata dan sedikit kenangan ku bersamanya tapi yakinkan aku bahwa dia juga merindukanku Tuhan dan izinkan suat saat nanti aku dapat bertemu dengan nya supaya aku dapat bermain dan bercanda ria dengan nya kembali. Bahagia selalu, Pahlawan ku.